Khamis, 15 Mac 2018

BENARKAH PENGERTIAN "al-Islam" MENGIKUT KEFAHAMAN INI ?

 
A014


ASLAMA :
Katakanlah (wahai Muhammad): "Patutkah aku mengambil (memilih) pelindung yang lain dari Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Ia pula yang memberi makan dan bukan Ia yang diberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama sekali menyerah diri kepada Allah (Aslam : Islam - Allah mencampakkan "al-Nur" pada qalbu : akal - Amal terhadap hak-hak mutlak zat Allah dengan taat), dan (aku diperintahkan dengan firmanNya): `Jangan sekali-kali engkau menjadi dari golongan orang-orang musyrik (berulang-ulang Syirik > Mulhid) itu. ' "
(Al-An'aam 6:14) 

ASLAMA :
Amzah + Alif - "al-Nor" dari Allah...
Sin+Lam+Mim - (dicampakkan) pada ghaib Qalbu - Akal - Amal + Allah mencipta serta mentadbir seluroh alam zohir & ghaib = HAK-HAK MUTLAK ZAT ALLAH + taat : patu (terhadap hak-hak mutlak zat Allah dengan tidak melakukan Syirik terhadap hak-hak mutlaknya)


A112 
(Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar) bahkan sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah (mematuhi perintahNya) sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya, maka ia akan beroleh pahalanya di sisi Tuhannya dan tidaklah ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
(Al-Baqarah 2:112)

 A020 
ASLAMTU :
Oleh sebab itu jika mereka berhujah (menyangkal dan) membantahmu (Wahai Muhammad), maka katakanlah: "Aku telah berserah diriku kepada Allah dan demikian juga orang-orang yang mengikutku". Dan bertanyalah (Wahai Muhammad) kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab, dan orang-orang yang "Ummi" (orang-orang musyrik Arab): "Sudahkah kamu mematuhi dan menurut (agama Islam yang aku bawa itu)?" Kemudian jika mereka memeluk Islam, maka sebenarnya mereka telah memperoleh petunjuk; dan jika mereka berpaling (tidak mahu menerima Islam), maka sesungguhnya kewajipanmu hanyalah menyampaikan (dakwah Islam itu). Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat (tingkah laku) sekalian hambaNya.
(A-li'Imraan 3:20)

ASLAMTU : ASLAMTUM : ASLAMUU :
Alif + Amzah - Allah (Sifat 20 & Asmaa ul Husna - 99) + al-Nor...
Sin + Lam + Taa - Pada Qalbu - Akal - Amal + hak-hak mutlak zat Allah + (dgn) hak : kehendak : kekuasaan mutlaknya...
Sin + Lam + Taa + Mim - Pada Qalbu - Akal - Amal + hak-hak mutlak zat Allah (Allah menciptakan & mentadbir urus seluroh alam zahir & ghaib) + (dgn) hak : kehendak : kekuasaan mutlaknya + taat : patuh (dgn sukarela atau terpaksa)
Sin + Lam  + mim + Wau + Alif - Pada Qalbu - Akal - Amal + (terhadap) hak-hak mutlak zat Allah (Allah menciptakan & mentadbir urus seluroh alam zahir & ghaib) + taat : patuh + maha bijaksana menguatkuasakan + Allah (mutlak).


A125 
Dan tidak ada yang lebih baik agamanya daripada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah (dengan ikhlas), sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan, dan ia pula mengikut agama Nabi Ibrahim yang lurus (yang tetap di atas dasar tauhid); dan (kerana itulah) Allah menjadikan Nabi Ibrahim kesayanganNya.
(An-Nisaa' 4:125) 

A014 
Katakanlah (wahai Muhammad): "Patutkah aku mengambil (memilih) pelindung yang lain dari Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Ia pula yang memberi makan dan bukan Ia yang diberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama sekali menyerah diri kepada Allah (Islam), dan (aku diperintahkan dengan firmanNya): `Jangan sekali-kali engkau menjadi dari golongan orang-orang musyrik itu. ' "
(Al-An'aam 6:14)
A208 

SILMI : SALMI :
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Agama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata.
(Al-Baqarah 2:208)

SALMI : SILMI : 
Alif - Allah (Sifat 20 & Asmaa ul Husna - 99)
Lam + Sin + Lam + Mim + Alif - Allah menciptakan seluroh alam ghaib & zohir (hak kekuasaan mutlak zat Allah mencampakkan "al-Nor al-Islam) + kepada Qalbu - Akal - Amal + terhadap hak-hak mutlak zat Allah + taat : patuh + terhadap hak-hak mutlak zat Allah (dengan tidak berlaku Syirik terhadap hak-hak mutlakNya)



A035 
(Apabila kamu telah mengetahui bahawa orang-orang kafir itu dihampakan amalnya dan diseksa oleh Allah) maka janganlah kamu (wahai orang-orang yang beriman) merasa lemah dan mengajak (musuh yang menceroboh) untuk berdamai, padahal kamulah orang-orang yang tertinggi keadaannya, lagi pula Allah bersama-sama kamu (untuk membela kamu mencapai kemenangan), dan Ia tidak sekali-kali akan mengurangi (pahala) amal-amal kamu.
(Muhammad 47:35)  

A046
SALAAMUN :
Dan di antara keduanya (Syurga dan neraka) ada tembok "Al-A'raaf "(yang menjadi) pendinding, dan di atas tembok Al-A'raaf itu ada sebilangan orang-orang lelaki yang mengenal tiap-tiap seorang (dari ahli-ahli Syurga dan neraka) itu, dengan tanda masing-masing. Dan mereka pun menyeru ahli Syurga (dengan memberi salam, katanya): "Salaamun Alaikum" (salam sejahtera kepada kamu). Sedang mereka, sendiri belum lagi masuk Syurga, padahal mereka ingin sangat memasukinya.
(Al-A'raaf 7:46)

SALAAMUN : 
Sin + Lam +(alif)+ Mim - Pada Qalbu - Akal - Amal + Allah mencipta & mentadbir seluroh alam zohir & ghaib + (hak-hak mutlak zat Allah) + taat : patuh (terhadap hak-hak mutlak zat Allah dengan tidak berlaku Syirik terhadapnya)

///
Ex WO (YoS Anly SD*special duty) (B)
EiW Regiment @ PE - DMI-4 BSPP.
 
Islam secara bahasa berasal dari kata Salam, Aslama, Silmun, Sulamun yang mempunyai bermacam-macam arti. Diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Aslama yang artinya menyerah, berserah diri, tunduk, patuh, dan masuk Islam. dengan demikian Islam dengan makna tersebut berarti agama yang mengajarkan penyerahan diri kepada Alloh, tunduk dan taat kepada hukum Allah tanpa tawar menawar. Kata Aslama terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 112, surat Ali Imron: 20 dan 83, surat An-Nisa’: 125 dan surat Al-An’am: 14. بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ “(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 112) فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imron: 20) وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’: 125) قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik". (QS. Al-An’am: 14) 2. Silmun yang artinya keselamatan dan perdamaian. Dengan makna tersebut berarti Islam adalah agama yang mengajarkan hidup damai, tentram, dan selamat. Kata Silmun terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah; 208 dan surat Muhammad: 35. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah; 208) فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ "Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.” (QS. Muhammad: 35) 3. Sulamun yang artinya tangga, sendi dan kendaraan. Dengan arti tersebut, Islam berarti agama yang memuat peraturan yang dapat mengangkat derajat kemanusiaan manusia dan mengantarkannya kepada kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia dan akhirat. 4. Salam yang artinya selamat, aman sentosa, dan sejahtera. Dengan demikian Islam dengan makna tersebut berarti aturan hidup yang dapat menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat. Kata Salam terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf: 46. وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ ۚ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ "Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).” (QS. Al-A’raf: 46) Dengan demikian secara bahasa, makna Islam dapat dirangkum sebagai berserah diri kepada Allah SWT untuk tunduk dan taat kepada hukum-Nya (Aslama) sehingga dirinya siap untuk hidup damai dan menebar perdamaian dalam masyarakat (Silmun) dalam rangka untuk menaiki tangga atau kendaraan kemuliaan (Sulamun) yang akan membawanya kepada kehidupan sejahtera dunia dan akhirat (Salamun). Sementara secara Istilah, pengertian Islam yang diberikan oleh para ulama dan para cendikiawan muslim sangat bervariasi sesuai dengan sudut pandang dan latar belakang keilmuan masing-masing. Akan tetapi definisi yang berbeda tersebut saling melengkapi antara satu dengan yang lain.

Disalin dari : http://www.bacaanmadani.com/2016/10/pengertian-islam-menurut-al-quran.html?m=1
Terima kasih sudah berkunjung.
Islam secara bahasa berasal dari kata Salam, Aslama, Silmun, Sulamun yang mempunyai bermacam-macam arti. Diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Aslama yang artinya menyerah, berserah diri, tunduk, patuh, dan masuk Islam. dengan demikian Islam dengan makna tersebut berarti agama yang mengajarkan penyerahan diri kepada Alloh, tunduk dan taat kepada hukum Allah tanpa tawar menawar. Kata Aslama terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 112, surat Ali Imron: 20 dan 83, surat An-Nisa’: 125 dan surat Al-An’am: 14. بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ “(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 112) فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imron: 20) وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’: 125) قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik". (QS. Al-An’am: 14) 2. Silmun yang artinya keselamatan dan perdamaian. Dengan makna tersebut berarti Islam adalah agama yang mengajarkan hidup damai, tentram, dan selamat. Kata Silmun terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah; 208 dan surat Muhammad: 35. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah; 208) فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ "Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.” (QS. Muhammad: 35) 3. Sulamun yang artinya tangga, sendi dan kendaraan. Dengan arti tersebut, Islam berarti agama yang memuat peraturan yang dapat mengangkat derajat kemanusiaan manusia dan mengantarkannya kepada kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia dan akhirat. 4. Salam yang artinya selamat, aman sentosa, dan sejahtera. Dengan demikian Islam dengan makna tersebut berarti aturan hidup yang dapat menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat. Kata Salam terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf: 46. وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ ۚ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ "Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).” (QS. Al-A’raf: 46) Dengan demikian secara bahasa, makna Islam dapat dirangkum sebagai berserah diri kepada Allah SWT untuk tunduk dan taat kepada hukum-Nya (Aslama) sehingga dirinya siap untuk hidup damai dan menebar perdamaian dalam masyarakat (Silmun) dalam rangka untuk menaiki tangga atau kendaraan kemuliaan (Sulamun) yang akan membawanya kepada kehidupan sejahtera dunia dan akhirat (Salamun). Sementara secara Istilah, pengertian Islam yang diberikan oleh para ulama dan para cendikiawan muslim sangat bervariasi sesuai dengan sudut pandang dan latar belakang keilmuan masing-masing. Akan tetapi definisi yang berbeda tersebut saling melengkapi antara satu dengan yang lain.

Disalin dari : http://www.bacaanmadani.com/2016/10/pengertian-islam-menurut-al-quran.html?m=1
Terima kasih sudah berkunjung.
Pengertian Islam Menurut Al-Qur'an

Disalin dari : http://www.bacaanmadani.com/2016/10/pengertian-islam-menurut-al-quran.html?m=1
Terima kasih sudah berkunjung.
Pengertian Islam Menurut Al-Qur'an

Disalin dari : http://www.bacaanmadani.com/2016/10/pengertian-islam-menurut-al-quran.html?m=1
Terima kasih sudah berkunjung.

Jumaat, 9 Mac 2018

KENAPA KERAJAAN MENAFIKAN HAK VETERAN ATM BERPENCEN YG TERMAKTUB DLM PERLEMBAGAAN : AKTA AT DARI MENIKMATI KADAR PENCEN YANG LEBIH BAIK ?

VETERAN & TENTERA MASIH AKTIF BERPALING LAGI !!!

Veteran ATM serta anggota ATM yang masih dalam perkhidmatan aktif tidak perlu rasa bersalah & rasa berdosa untuk menolak PH yang didominasi oleh DAP pada PRU15 nanti.

Perkara bukan DAHAGI (BUGHAH) - pemberontakan kepada SPB YDP AGONG (Field Marshall) & RAJA-RAJA MELAYU (Colonel in Chief Corp's) & juga bukan perkara tidak patriotik kepada Negara.

Demi masa ... Sesungguhnya anggota ATM yang masih dalam perkhidmatan aktif sekarang juga akan mengalami nasib yang sama dengan veteran ATM yang lebih dahulu berpencen wajib dengan terhormat mengikut AKTA.
///
KENAPA KERAJAAN MENAFIKAN HAK VETERAN ATM YANG TERTULIS DENGAN JELAS DALAM PERLEMBAGAAN : AKTA ? :


Veteran Di paksa terima kenaikan pencen 2% walhal Tentera tidak terikat dengan Akta pencen (AWAM). --- BERCANGGAH DENGAN PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia.

Mengikut peraturan2 Angkatan Tetap (pencen, Ganjaran dan Faedah2 lain) 1982, SEK 60,61 pencen Veteran mesti diselaraskan mengikut pangkat yang setaraf dengannya mengikut tangga gaji semasa. --- KENAPA DINAFIKAN HAK MEREKA ?
///
AbYunan

Ex. Warrant Officer (WO YoS Analy strategic SD*special duty) (B)
DMI-4 BSPP.

MAKA... Kerajaan sendiri telah melanggar Perlembagaan : Akta dengan sengaja...

<3 Mengikut peraturan2 Angkatan Tetap (pencen, Ganjaran dan Faedah2 lain) 1982, SEK 60,61 pencen Veteran mesti diselaraskan mengikut pangkat yang setaraf dengannya mengikut gaji semasa.

DENGAN ITU... Kerajaan BN yang didominasi oleh UMNO tidak boleh menyalahkan veteran ATM yang majoritynya adalah melayu akan menolak BN yang didominasi UMNO pada PRU14 nanti, kerana hak mereka yang tertulis dengan jelas dalam Perlembagaan : Akta dinafikan dengan sewenang-wenang.

KENAPA KAMI MAHU menerangkan undang2 ini kepada Semua Veteran?
1. 89 Wakil2 persatuan Veteran yang hadir di meja bulat GAGAL menyampaikan maklumat kami pada ahli2 mereka.
2. PAT Dan MAT enggan BERSEMUKA dengan kami untuk kami beri penyelasan.
3. ATM Dan Raja2 Melayu ditipu oleh UMNO Dan perkhidmatan awam sejak 1963 lagi.
4. Jika di biarkan ATM akan jadi lemah dan ATM akan jadi kebawah dari perkhidmatan awam.
5. Kami mahu kuasa ATM ini kekal mengikut undang2 yang ada dan bukan Di bawa parti politik yang memerintah atau yang akan memerintah.
6. Selepas Bersara atau berhenti ,semua Veteran harus di beri penghargaan yang sepatutnya nya menurut undang2. Kalau orang politik boleh pencen berbelas ribu dan di beri kemudahan khas selepas khidmat 5 tahun sahaja kenapa tidak ATM ?
7. Perkhidmatan ATM tidak sama dengan Awam. KENAPA kerajaan nak Samakan ATM dengan Awam?
8. Untuk menyelamatkan Veteran disalah gunakan oleh parti politik Yang memerintah atau yang akan memerintah kemudian. Cukup sudah Veteran di gula2kan.
Bagi yang berminat dan mahu menuntut hak menurut undang2 Yang sedia ada, marilah mendengar penerangan kami. Yang tak berminat dan mereka2 yang hanya nak buat kecoh, tak perlu dengar.
Apa yang kami buat adalah fisabilillah. Kami tidak di bayar dan kami sewa auditorium pun dengan duit kami. Nak bagi bas atau duit poket kami tak mampu. Olih kerana kami faham yang Tuan2 dan Puan2 ramai yang susah, itu pasal kami cuba merancang pergi dari Satu negeri ke satu negeri. Dan itu pun bergantung kepada kedudukan kewangan kami. Harap bersabar lah.

APAKAH UNDANG2 YANG KAMI NAK BAHASKAN?
1. WASIAT RAJA2 MELAYU (NO.3)
2. PERKARA 40(2) & 40(3) perlembagaan persekutuan, budicara Yang dipertuan Agong.
3. Rukun Negara.
4. PERKARA 41 perlembagaan persekutuan, Pemerintah Tertinggi AT.
5. Kedudukan dan kuasa Jawata kuasa panglima2.
6. (Y) PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia.
7. Perkara 137(1) perlembagaan persekutuan, MAT bertanggonjawab Di bawah kuasa am Yang Di Pertuan Agong bagi Pemerintahan, tatatertib, dan pentadbiran ATM.
8. PERKARA 137(3) ahli2 MAT
9. (Y) PERKARA 137(4), Menteri Pertahanan dan KSU tidak ada kuasa veto Dalam MAT.
10. MAT bertanggonjawab Di bawah kuasa Agong dalam banyak hal Dalam AAT72 seperti sek 15, 36, 157, 187 Dan lain2
11. Peraturan2 AT (terma2 perkhidmatan bagi Angkatan Tetap.
12. Federation Army (pay and allowances) regulations 1961
13. Peraturan2 tetap ( pencen, Ganjaran Dan Faedah2 lain)
14. (Y) PERKARA 139 menyatakan Suruhanjaya awam tidak ada jurudiksi terhadap ATM.
15. PERKARA 43 perlembagaan persekutuan, kuasa Menteri
16. Perkara 147, perlindungan hak pencen
17. SEK 2 Akta pencen 1980, ATM tidak tertakluk dgn Akta pencen
18. Akta penyelarasan pencen

AMALAN YANG ULTRA VIRES TERHADAP PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN
1. ATM Dan KEMENTAH adalah dua oraganisasi Yang berbeza tapi menjadi Satu. --- BERCANGGAH DENGAN
(Y) PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia. 

2. PAT Di letak Di bawah KSU Kementah. --- BERCANGGAH DENGAN (Y) PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia.

3. Pada tahun 1982, MAT Di turunkan taraf Dan duduk bawah Lembaga menteri Pertahanan.
--- BERCANGGAH DENGAN (Y) PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia.  

 4. Skim perkhidmatan, gaji, pencen Semua kuasa Agong Dan MAT tapi di cerobohi oleh perkhidmatan awam Yang mengikut Perlembagaan sememangnya tiada kuasa berbuat demikian. --- BERCANGGAH DENGAN (Y) PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia.

5. Sekarang MAT Di cerobohi lagi dengan Di letak Di Bawa kumpulan Pengurusan AT.
--- BERCANGGAH DENGAN (Y) PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia.  

6. Veteran Di paksa terima kenaikan pencen 2% walhal Tentera tidak terikat dengan Akta pencen (AWAM). --- BERCANGGAH DENGAN (Y) PERKARA 132(1) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, kedudukan ATM adalah Yang tertinggi diantara semua perkhidmatan awam Di malaysia.

7. (Y) Mengikut peraturan2 Angkatan Tetap (pencen, Ganjaran dan Faedah2 lain) 1982, SEK 60,61 pencen Veteran mesti diselaraskan mengikut pangkat yang setaraf dengannya mengikut gaji semasa. --- Kenapa dinafikan hak-hak mereka ?


8. Pegawai ATM Yang dalam skim Tetap boleh dapat pencen Apabila telah khidmat 10 tahun. ( SEK 22(2)(a) Dan SEK 22(6)(a)

Terdapat banyak lagi isu Yang boleh saya buktikan bahawa Kerajaan telah mencerobohi hak ATM Dan veteran2. Paling utama kerajaan Cuba harmoni Kan perkhidmatan Tentera dengan awam walhal latihan Dan kerja Dan hak ATM adalah sangat jauh berbeza dengan Perkhidmatan awam. Says mencabar KSN Dan KSU Dan kakitangan awam tidak mampu menjalankan kerja2 Tentera. Seperti contoh kerja platun komander meyerang kubu musuh atau Leftenan muda memandang jet perjuang. Jauh bezanya. ///
Ab Sheikh Yunan
Ex WO (YoS Anly) (R)

Politik VS Agama itu SUKU tapi BERSEKUTU.


Sebenarnya Politik (as-siasah syareyyah : fiqh - furu'-1) TIDAK termasuk dalam perkara Aqidah : Iman : rukuan Iman serta I'ttiqad & Tauhid :-

Iman (al-Iman : rukun Iman - furu-2
Islam (al-Islam : I'ttiqad Uluhiyyah - Ilah : Lillaahi - tauhid-2
Agama (ad-din : Tauhid Rububiyyah - Robb : Ahad - tauhid-1

MAKA... Ahli Agama yang berdiri atas platform duniawi - politik (jawatan, pangkat, kuasa, popularity, nama, gelar, kekayaan duniawi) itu jangan melampau dalam mainannya, kerana perkara politik - dunawi itu ada had (hudud) batasannya, apatah lagi kalau sampai merampas : mendahului : sekutui serta diadakan tandingan & bandingan bagi hak-hak mutlak zat Allah, kemudian menjadikan hak diri, keturunan, kaum, puak, jama'ah & partinya.



Politik (السياسه شرعيه) ruang lingkupupnya meliputi hukum Kufur (niat) tanpa اله : لله kerana jahil & Kafir - engkar larangan Allah : al-Quran kerana lalai - dilalai oleh iblis & syaitan.

Aqidah : Iman : rukun Iman (الاءيمان الاءسلام) ruang lingkupnya meliputi hukum Sesat (berulang-ulang Kafir - engkar laranganAllah : القران) terbahagi kpd dua golongan : Pasik (syaitan menyerupai manusia) perosak hubungan manusia sesama manusia & Munafik (iblis menyerupai manusia) perosak hubungan manusia dgn Allah : penyebab umat yg dhoef menjadi Syirik & Murtad.


I'ttiqad : Tauhid-2 (اعتقاد - yakin qalbu yg diredhoi Allah الاءسلام) salah satu dari i'ttiqad yg berbilang-bilang...

Tauhid-1 (الدين)
///
Ab Sheikh Yunan
Ex WO (YoS Anly) (R)

Apakah PAS masih layak untuk bercakap apa saja atasnama Islam ?

Hakikat (mutasyabihat) kalimah bacaan al-Quran "al-Islam' : Pokok-2 Ketuhanan : tauhid-2 @ I'ttiqad Uluhiyyah :

<3 Apakah PAS masih berhak untuk terus bercakap atasnama Islam yang dipinjam dari kalimah bacaan "al-Islam", kalau PAS sendiri belum lagi mengenal apa itu kalimah bacaan al-Quran "al-Islam" ?

<3 Apakah PAS masih berhak untuk terus bercakap atasnama Aqidah (al-Iman : Furu'-2) al-Islam, kalau PAS sendiri belum lagi mengenal apa itu kalimah bacaan al-Quran "al-Islam" ?

<3 Apakah masih berhak untuk terus bercakap atasnama Syariah-Fiqh (al-Ilmu : Furu'-1) al-Islam, kalau PAS sendiri belum lagi mengenal apa itu kalimah bacaan al-Quran "al-Islam" ?

(Y) Pada kewajaran apakah yang boleh diterima akal bahawa PAS masih berhak untuk terus bercakap atasnama Islam, samaada melibatkan perkara I'ttiqad (pokok-2), Aqidah (furu'-2), Syariah-Fiqh (furu'-1) "al-Islam", kalau PAS sendiri belum lagi mengenal apa itu hakikat kalimah (mutasyabihat) bacaan al-Quran "al-Islam" itu sendiri ?
///
Ab Sheikh Yunan
Ex WO (YoS Anlystrategic SD*special duty) (B)

Khamis, 18 Januari 2018

AKHLAQ : LARANGAN ALLAH adalah kemuncak bagi manusia berAgama Tauhid (ad-deen) & berI'ttiqad diredhoi Allah Islam (al-Islam).

*100 PERINTAH ALLAH DALAM QURAN TENTANG AKHLAK KEHIDUPAN MANUSIA SEHARI-HARI

*1. Jangan berkata-kata kasar* (QS 3 – Ali Imran : 159)
 A159

Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya.
(A-li'Imraan 3:159)

Kemuncak bagi manusia berAgama Tauhid (ad-deen) & berI'ttiqad diredhoi Allah Islam (al-Islam) adalah AKHLAQ.

*2. Tahanlah marah* (QS 3 – Ali Imran : 134)
A134

Iaitu orang-orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang-orang yang menahan kemarahannya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan (ingatlah), Allah mengasihi orang-orang yang berbuat perkara-perkara yang baik;
(A-li'Imraan 3:134)

Kemuncak bagi manusia berAgama Tauhid (ad-deen) & berI'ttiqad diredhoi Allah Islam (al-Islam) adalah AKHLAQ.

*3. Berbaiklah kepada orang lain* (QS 4 – An Nisaa’ : 36)
A036
Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua; dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan jiran tetangga yang dekat, dan jiran tetangga yang jauh, dan rakan sejawat, dan orang musafir yang terlantar, dan juga hamba yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri;
(An-Nisaa' 4:36)

Kemuncak bagi manusia berAgama Tauhid (ad-deen) & berI'ttiqad diredhoi Allah Islam (al-Islam) adalah AKHLAQ.

*4. Jangan sombong dan bongkak* (QS 7 – Al A’raaf : 13)
Allah berfirman: "Turunlah engkau dari Syurga ini, kerana tidak patut engkau berlaku sombong di dalamnya; oleh sebab itu keluarlah, sesungguhnya engkau dari golongan yang hina". 
 

*5. Maafkanlah kesalahan orang lain* (QS 7 – Al A’raaf : 199)
A199
Terimalah apa yang mudah engkau lakukan, dan suruhlah dengan perkara yang baik, serta berpalinglah (jangan dihiraukan) orang-orang yang jahil (yang degil dengan kejahilannya).
(Al-A'raaf 7:199)

*6. Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan* (QS 20 – Thaahaa : 44)
A044 
"Kemudian hendaklah kamu berkata kepadanya, dengan kata-kata yang lemah-lembut, semoga ia beringat atau takut".
(Taha 20:44)
 
*7. Rendahkanlah suaramu* (QS 31 - Luqman : 19)
A019 
"Dan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan, juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata), sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai".
(Luqman 31:19)
 
*8. Jangan mengejek orang lain* (QS 49 – Al Hujuraat : 11)
A011 
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain; dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah ia beriman. Dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim.
(Al-Hujuraat 49:11) 

*9. Berbaktilah pada orang tua (ibu bapa)* (QS 17 – Al Israa’ : 23)

سورة العاديات

Dengar Surah Al-'Aadiyaat
Bismillah
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

A001 
Demi Kuda Perang yang tangkas berlari dengan kedengaran kencang nafasnya,
(Al-'Aadiyaat 100:1) 

A002 
 Serta mencetuskan api dari telapak kakinya,
(Al-'Aadiyaat 100:2) 

A003 
Dan meluru menyerbu musuh pada waktu subuh,
(Al-'Aadiyaat 100:3)

A004 
 Sehingga menghamburkan debu pada waktu itu,
(Al-'Aadiyaat 100:4) 

A005 Lalu menggempur ketika itu di tengah-tengah kumpulan musuh;
(Al-'Aadiyaat 100:5) 
A006 Sesungguhnya manusia sangat tidak bersyukur akan nikmat Tuhannya.
(Al-'Aadiyaat 100:6) 
A007 Dan sesungguhnya ia (dengan bawaannya) menerangkan dengan jelas keadaan yang demikian;
(Al-'Aadiyaat 100:7) 
A008 Dan sesungguhnya ia melampau sangat sayangkan harta (secara tamak haloba).
(Al-'Aadiyaat 100:8) 
A009 (Patutkah ia bersikap demikian?) Tidakkah ia mengetahui (bagaimana keadaan) ketika dibongkarkan segala yang ada dalam kubur?
(Al-'Aadiyaat 100:9) 
A010 Dan dikumpul serta didedahkan segala yang terpendam dalam dada?
(Al-'Aadiyaat 100:10) 
A011 Sesungguhnya Tuhan mereka Maha Mengetahui dengan mendalam tentang (balasan yang diberikanNya kepada) mereka - pada hari itu.
(Al-'Aadiyaat 100:11) 

A023 
Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan "Ha", dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun).
(Al-Israa' 17:23)
 
*10. Jangan kamu jadi orang yang mula-muka Kafir (engkar) larangan Allah (al-Quran) * (QS 2 – Al Baqaroh : 41)
A041 
Dan berimanlah kamu dengan apa yang Aku turunkan (Al-Quran) yang mengesahkan benarnya Kitab yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang mula-mula kafir (ingkar) akan dia; dan janganlah pula kamu menjadikan ayat-ayatKu (sebagai harga untuk) membeli kelebihan-kelebihan yang sedikit faedahnya; dan kepada Akulah sahaja hendaklah kamu bertaqwa.
(Al-Baqarah 2:41)
 
*11. Jangan memasuki bilik peribadi ibu bapa tanpa izin* (QS 24 – An Nuur : 58)
A058 
Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba-hamba kamu dan orang-orang yang belum baligh dari kalangan kamu, meminta izin kepada kamu (sebelum masuk ke tempat kamu), dalam tiga masa; (iaitu) sebelum sembahyang subuh, dan ketika kamu membuka pakaian kerana kepanasan tengah hari, dan sesudah sembahyang Isyak; itulah tiga masa bagi kamu (yang biasanya terdedah aurat kamu padanya). Kamu dan mereka tidaklah bersalah kemudian daripada tiga masa yang tersebut, (kerana mereka) orang-orang yang selalu keluar masuk kepada kamu, dan kamu masing-masing sentiasa berhubung rapat antara satu dengan yang lain. Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (yang menjelaskan hukum-hukumNya); dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
(An-Nuur 24:58)
 
*12. Catatlah hutang-hutangmu* (QS 2 – Al Baqarah : 282)
A282 
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menjalankan sesuatu urusan dengan hutang piutang yang diberi tempoh hingga ke suatu masa yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. Oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu dengan jelas). Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. Kemudian jika orang yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya dengan adil benar); dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. Kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh yang seorang lagi. Dan jangan saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. Dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang yang bertempoh masanya itu, sama ada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. Kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya. Dan adakanlah saksi apabila kamu berjual-beli. Dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. Dan kalau kamu melakukan (apa yang dilarang itu), maka sesungguhnya yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) yang ada pada kamu. Oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah; dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu; dan Allah sentiasa Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
(Al-Baqarah 2:282)
 
*13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta* (QS 2 – Al Baqarah : 170)
A170 
Dan apabila dikatakan kepada mereka" Turutlah akan apa yang telah diturunkan oleh Allah" mereka menjawab: "(Tidak), bahkan kami (hanya) menurut apa yang kami dapati datuk nenek kami melakukannya". Patutkah (mereka menurutnya) sekalipun datuk neneknya itu tidak faham sesuatu (apa pun tentang perkara-perkara agama), dan tidak pula mendapat petunjuk hidayah (dari Allah)?
(Al-Baqarah 2:170)
 
*14. Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan* (QS 2 – Al Baqarah : 280)
A281 
Dan peliharalah diri kamu dari huru-hara hari (kiamat) yang padanya kamu akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian akan disempurnakan balasan tiap-tiap seorang menurut apa yang telah diusahakannya, sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpun.
(Al-Baqarah 2:281)
 
*15. Jangan makan riba’/membungakan wang* (QS 2 – Al Baqarah : l

*16. Jangan melakukan rasuah)* (QS 2 – Al Baqarah : 188)
A188 
Dan janganlah kamu makan (atau mengambil) harta (orang-orang lain) di antara kamu dengan jalan yang salah, dan jangan pula kamu menghulurkan harta kamu (memberi rasuah) kepada hakim-hakim kerana hendak memakan (atau mengambil) sebahagian dari harta manusia dengan (berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (salahnya).
(Al-Baqarah 2:188)  
*17. Jangan ingkar atau melanggar janji* (QS 2 – Al Baqarah : 177)
A177 
Bukanlah perkara kebajikan itu hanya kamu menghadapkan muka ke pihak timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah berimannya seseorang kepada Allah, dan hari akhirat, dan segala malaikat, dan segala Kitab, dan sekalian Nabi; dan mendermanya seseorang akan hartanya sedang ia menyayanginya, - kepada kaum kerabat, dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan orang yang terlantar dalam perjalanan, dan kepada orang-orang yang meminta, dan untuk memerdekakan hamba-hamba abdi; dan mengerjanya seseorang akan sembahyang serta mengeluarkan zakat; dan perbuatan orang-orang yang menyempurnakan janjinya apabila mereka membuat perjanjian; dan ketabahan orang-orang yang sabar dalam masa kesempitan, dan dalam masa kesakitan, dan juga dalam masa bertempur dalam perjuangan perang Sabil. orang-orang yang demikian sifatnya), mereka itulah orang-orang yang benar (beriman dan mengerjakan kebajikan); dan mereka itulah juga orang-orang yang bertaqwa.
(Al-Baqarah 2:177)
 
*18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu* (QS 2 – Al Baqarah : 283)
A283 
Dan jika kamu berada dalam musafir (lalu kamu berhutang atau memberi hutang yang bertempoh), sedang kamu tidak mendapati jurutulis, maka hendaklah diadakan barang gadaian untuk dipegang (oleh orang yang memberi hutang). Kemudian kalau yang memberi hutang percaya kepada yang berhutang (dengan tidak payah bersurat, saksi dan barang gadaian), maka hendaklah orang (yang berhutang) yang dipercayai itu menyempurnakan bayaran hutang yang diamanahkan kepadanya, dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya. Dan janganlah kamu (wahai orang-orang yang menjadi saksi) menyembunyikan perkara yang dipersaksikan itu. dan sesiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. Dan (ingatlah), Allah sentiasa Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
(Al-Baqarah 2:283)
 
*19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan* (QS 2 – Al Baqarah : 42)
A042 
Dan janganlah kamu campur adukkan yang benar itu dengan yang salah, dan kamu sembunyikan yang benar itu pula padahal kamu semua mengetahuinya.
(Al-Baqarah 2:42)
 
*20. Berlakulah adil terhadap semua orang* (QS 4 – An Nisaa’ : 58)
A058 
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu supaya menyerahkan segala jenis amanah kepada ahlinya (yang berhak menerimanya), dan apabila kamu menjalankan hukum di antara manusia, (Allah menyuruh) kamu menghukum dengan adil. Sesungguhnya Allah dengan (suruhanNya) itu memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah sentiasa Mendengar, lagi sentiasa Melihat.
(An-Nisaa' 4:58)  
*21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas* (QS 4 – An Nisaa’ : 135)
A135 
Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang sentiasa menegakkan keadilan, lagi menjadi saksi (yang menerangkan kebenaran) kerana Allah, sekalipun terhadap diri kamu sendiri, atau ibu bapa dan kaum kerabat kamu. Kalaulah orang (yang didakwa) itu kaya atau miskin (maka janganlah kamu terhalang daripada menjadi saksi yang memperkatakan kebenaran disebabkan kamu bertimbang rasa), kerana Allah lebih bertimbang rasa kepada keduanya. Oleh itu, janganlah kamu turutkan hawa nafsu supaya kamu tidak menyeleweng dari keadilan. Dan jika kamu memutar-balikkan keterangan ataupun enggan (daripada menjadi saksi), maka sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan.
(An-Nisaa' 4:135)  
*22. Harta yg meninggal harus dibagikan kepada anggota keluarga* (QS 4 – An Nisaa’ : 7)
A007 
Orang-orang lelaki ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, sama ada sedikit atau banyak dari harta yang ditinggalkan itu; iaitu bahagian yang telah diwajibkan (dan ditentukan oleh Allah).
(An-Nisaa' 4:7)  
-------- *23. Wanita memiliki hak waris* (QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*24. Jangan memakan harta anak yatim* (QS 4 – An Nisaa’ : 10)
A011 
Allah perintahkan kamu mengenai (pembahagian harta pusaka untuk) anak-anak kamu, iaitu bahagian seorang anak lelaki menyamai bahagian dua orang anak perempuan. Tetapi jika anak-anak perempuan itu lebih dari dua, maka bahagian mereka ialah dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh si mati. Dan jika anak perempuan itu seorang sahaja, maka bahagiannya ialah satu perdua (separuh) harta itu. Dan bagi ibu bapa (si mati), tiap-tiap seorang dari keduanya: satu perenam dari harta yang ditinggalkan oleh si mati, jika si mati itu mempunyai anak. Tetapi jika si mati tidak mempunyai anak, sedang yang mewarisinya hanyalah kedua ibu bapanya, maka bahagian ibunya ialah satu pertiga. Kalau pula si mati itu mempunyai beberapa orang saudara (adik-beradik), maka bahagian ibunya ialah satu perenam. (Pembahagian itu) ialah sesudah diselesaikan wasiat yang telah diwasiatkan oleh si mati, dan sesudah dibayarkan hutangnya. lbu-bapa kamu dan anak-anak kamu, kamu tidak mengetahui siapa di antaranya yang lebih dekat serta banyak manfaatnya kepada kamu (Pembahagian harta pusaka dan penentuan bahagian masing-masing seperti yang diterangkan itu ialah) ketetapan dari Allah; sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
(An-Nisaa' 4:11)  
*25. Lindungi anak yatim* (QS 2 – Al Baqarah : 220)
A220 
Mengenai (urusan-urusan kamu) di dunia dan di akhirat dan mereka bertanya lagi kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (masalah) anak-anak yatim. Katakanlah: "Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amatlah baiknya", dan jika kamu bercampur gaul dengan mereka (maka tidak ada salahnya) kerana mereka itu ialah saudara-saudara kamu (yang seagama); dan Allah mengetahui akan orang yang merosakkan (harta benda mereka) daripada orang yang hendak memperbaikinya. Dan jika Allah menghendaki tentulah Ia memberatkan kamu (dengan mengharamkan bercampur gaul dengan mereka). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
(Al-Baqarah 2:220)
 
*26. Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenangnya* (QS 4 – An Nisaa’ : 29)
A029 
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu makan (gunakan) harta-harta kamu sesama kamu dengan jalan yang salah (tipu, judi dan sebagainya), kecuali dengan jalan perniagaan yang dilakukan secara suka sama suka di antara kamu, dan janganlah kamu berbunuh-bunuhan sesama sendiri. Sesungguhnya Allah sentiasa Mengasihani kamu.
(An-Nisaa' 4:29)
 
*27. Damaikanlah orang yang berselisih* (QS 49 – Al Hujuraat : 9)
A009 
Dan jika dua puak dari orang-orang yang beriman berperang, maka damaikanlah di antara keduanya; jika salah satunya berlaku zalim terhadap yang lain, maka lawanlah puak yang zalim itu sehingga ia kembali mematuhi perintah Allah; jika ia kembali patuh maka damaikanlah di antara keduanya dengan adil (menurut hukum Allah), serta berlaku adillah kamu (dalam segala perkara); sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adil.
(Al-Hujuraat 49:9)  
*28. Hindari perasangka buruk* (QS 49 – Al Hujuraat : 12)
A012 
Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani.
(Al-Hujuraat 49:12)
 
*29. Jangan memfitnah orang* (QS 2 – Al Baqarah : 283)
A283 
Dan jika kamu berada dalam musafir (lalu kamu berhutang atau memberi hutang yang bertempoh), sedang kamu tidak mendapati jurutulis, maka hendaklah diadakan barang gadaian untuk dipegang (oleh orang yang memberi hutang). Kemudian kalau yang memberi hutang percaya kepada yang berhutang (dengan tidak payah bersurat, saksi dan barang gadaian), maka hendaklah orang (yang berhutang) yang dipercayai itu menyempurnakan bayaran hutang yang diamanahkan kepadanya, dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya. Dan janganlah kamu (wahai orang-orang yang menjadi saksi) menyembunyikan perkara yang dipersaksikan itu. dan sesiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. Dan (ingatlah), Allah sentiasa Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
(Al-Baqarah 2:283)
 
-------- *30. Jangan memfitnah orang* (QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial* (QS 57 – Al Hadid : 7)
A007 
Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan belanjakanlah (pada jalan kebajikan) sebahagian dari harta benda (pemberian Allah) yang dijadikannya kamu menguasainya sebagai wakil. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu serta mereka membelanjakan (sebahagian dari harta itu pada jalan Allah); mereka tetap beroleh pahala yang besar.
(Al-Hadiid 57:7)
 
*32. Biasakan memberi makan orang miskin* (QS 107 – Al Maa’uun : 3)
A003 
Dan ia tidak menggalakkan untuk memberi makanan yang berhak diterima oleh orang miskin.
(Al-Maa'uun 107:3)
 
*33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah* (QS 2 – Al Baqarah : 273)
A273 
Pemberian sedekah itu) ialah bagi orang-orang fakir miskin yang telah menentukan dirinya (dengan menjalankan khidmat atau berjuang) pada jalan Allah (membela Islam), yang tidak berupaya mengembara di muka bumi (untuk berniaga dan sebagainya); mereka itu disangka: orang kaya - oleh orang yang tidak mengetahui halnya, kerana mereka menahan diri daripada meminta-minta. Engkau kenal mereka dengan (melihat) sifat-sifat dan keadaan masing-masing, mereka tidak meminta kepada orang ramai dengan mendesak-desak. Dan (ketahuilah), apa jua yang kamu belanjakan dari harta yang halal maka sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahuinya.
(Al-Baqarah 2:273)
 
*34. Jangan menghabiskan wang untuk bermegah-megah* (QS 17 – Al Israa’ : 29)
A029 
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu, dan janganlah pula engkau menghulurkannya dengan sehabis-habisnya, kerana akibatnya akan tinggallah engkau dengan keadaan yang tercela serta kering keputusan.
(Al-Israa' 17:29)
 
*35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu* (QS 2 – Al Baqarah : 264)
A264 
Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti, seperti (rosaknya pahala amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya kerana hendak menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan ia pula tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah seperti batu licin yang ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin (tidak bertanah lagi). (Demikianlah juga halnya orang-orang yang kafir dan riak itu) mereka tidak akan mendapat sesuatu (pahala) pun dari apa yang mereka usahakan. Dan (ingatlah), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
(Al-Baqarah 2:264)
 
*36. Hormatilah tetamu anda* (QS 51 – Adz Dzaariyaat : 26)
A026 
Kemudian ia masuk mendapatkan Ahli rumahnya serta dibawanya keluar seekor anak lembu gemuk (yang dipanggang).
(Adz-Dzaariyaat 51:26)

*37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri* (QS 2 – Al Baqarah : 44)
 
A044 
Patutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal?
(Al-Baqarah 2:44)
*38. Jangan berbuat kerosakan di muka bumi* (QS 2 – Al Baqarah : 60)
A060 
Dan (ingatlah) ketika Nabi Musa memohon supaya diberi air untuk kaumnya, maka Kami berfirman: "Pukulah batu itu dengan tongkatmu", (ia pun memukulnya), lalu terpancutlah dari batu itu dua belas mata air; sesungguhnya tiap-tiap satu puak (di antara mereka) telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. (Dan Kami berfirman): "Makanlah dan minumlah kamu dari rezeki Allah itu, dan janganlah kamu merebakkan bencana kerosakan di muka bumi".
(Al-Baqarah 2:60)
A114 
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang menyekat dan menghalangi dari menggunakan masjid-masjid Allah untuk (sembahyang dan) menyebut nama Allah di dalamnya, dan ia berusaha pula untuk meruntuhkan masjid-masjid itu? Orang-orang yang demikian, tidak sepatunya masuk ke dalam masjid-masjid itu melainkan dengan rasa penuh hormat dan takut kepada Allah (bukan secara yang mereka lakukan itu). Mereka (dengan perbuatan itu) akan beroleh kehinaan di dunia, dan di akhirat kelak mereka mendapat azab seksa yang amat besar.
(Al-Baqarah 2:114)
  
*39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid* (QS 2 – Al Baqarah : 114)
A114 
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang menyekat dan menghalangi dari menggunakan masjid-masjid Allah untuk (sembahyang dan) menyebut nama Allah di dalamnya, dan ia berusaha pula untuk meruntuhkan masjid-masjid itu? Orang-orang yang demikian, tidak sepatunya masuk ke dalam masjid-masjid itu melainkan dengan rasa penuh hormat dan takut kepada Allah (bukan secara yang mereka lakukan itu). Mereka (dengan perbuatan itu) akan beroleh kehinaan di dunia, dan di akhirat kelak mereka mendapat azab seksa yang amat besar.
(Al-Baqarah 2:114)
 
*40. Perangilah mereka yang memerangi mu* (QS 2 – Al Baqarah : 190)
A190 
Dan perangilah kerana (menegakkan dan mempertahankan) agama Allah akan orang-orang yang memerangi kamu, dan janganlah kamu menceroboh (dengan memulakan peperangan); kerana sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang menceroboh.
(Al-Baqarah 2:190)
 
*41. Jagalah etika perang* (QS 2 – Al Baqarah : 191)
A191 
Dan bunuhlah mereka (musuh yang memerangi kamu) di mana sahaja kamu dapati mereka, dan usirlah mereka dari tempat yang mereka telah mengusir kamu; dan (ingatlah bahawa angkara) fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar masjid Al-Haraam sehingga mereka memerangi kamu di situ. Oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang kafir.
(Al-Baqarah 2:191)
 
*42. Jangan lari dari peperangan* (QS 8 – Al Anfaal : 15)
A015 
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang mara menyerang, maka janganlah kamu berpaling undur dari menentang mereka.
(Al-Anfaal 8:15)  
*43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam)* (QS 2 – Al Baqarah : 256)
A256 
Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), kerana sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan Taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
(Al-Baqarah 2:256)  
*44. Berimanlah kepada para Nabi* (QS 2 – Al Baqarah : 285)
A285 
Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata): "Kami tidak membezakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya". Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali".
(Al-Baqarah 2:285)
 
*45. Jangan melakukan hubungan jenis di saat haid* (QS 2 – Al Baqarah : 222)
A222 
Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) haid. Katakanlah: "Darah haid itu satu benda yang (menjijikkan dan) mendatangkan mudarat". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan (jangan bersetubuh dengan isteri kamu) dalam masa datang darah haid itu, dan janganlah kamu hampiri mereka (untuk bersetubuh) sebelum mereka suci. Kemudian apabila mereka sudah bersuci maka datangilah mereka menurut jalan yang diperintahkan oleh Allah kepada kamu. SesungguhNya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri.
(Al-Baqarah 2:222)
 
*46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh* (QS 2 – Al Baqarah : 233)
A233 
Dan ibu-ibu hendaklah menyusukan anak-anak mereka selama dua tahun genap iaitu bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan itu; dan kewajipan bapa pula ialah memberi makan dan pakaian kepada ibu itu menurut cara yang sepatutnya. Tidaklah diberatkan seseorang melainkan menurut kemampuannya. Janganlah menjadikan seseorang ibu itu menderita kerana anaknya, dan (jangan juga menjadikan) seseorang bapa itu menderita kerana anaknya; dan waris juga menanggung kewajipan yang tersebut (jika si bapa tiada). kemudian jika keduanya (suami isteri mahu menghentikan penyusuan itu dengan persetujuan (yang telah dicapai oleh) mereka sesudah berunding, maka mereka berdua tidaklah salah (melakukannya). Dan jika kamu hendak beri anak-anak kamu menyusu kepada orang lain, maka tidak ada salahnya bagi kamu apabila kamu serahkan (upah) yang kamu mahu beri itu dengan cara yang patut. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, serta ketahuilah, sesungguhnya Allah sentiasa melihat akan apa jua yang kamu lakukan.
(Al-Baqarah 2:233)
 
*47. Jauhilah hubungan jenis di luar nikah* (QS 17 – Al Israa’ : 32)
A032 
Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).
(Al-Israa' 17:32) 
  
*48. Pilihlah pemimpin dari meritnya. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya* 
(QS 2 – Al Baqarah : 247)
A247 
Dan Nabi mereka pula berkata kepada mereka: "Bahawasanya Allah telah melantik Talut menjadi raja bagi kamu. Mereka menjawab: "Bagaimana dia mendapat kuasa memerintah kami sedang kami lebih berhak dengan kuasa pemerintahan itu daripadanya, dan ia pula tidak diberi keluasan harta kekayaan?" Nabi mereka berkata:" Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Talut) menjadi raja kamu, dan telah mengurniakannya kelebihan dalam lapangan ilmu pengetahuan dan kegagahan tubuh badan". Dan (ingatlah), Allah jualah yang memberikan kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan Allah Maha Luas (rahmatNya dan pengurniaanNya), lagi meliputi ilmuNya.
(Al-Baqarah 2:247)
 
*49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya* (QS 2 – Al Baqarah : 286)
A286 
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir".
(Al-Baqarah 2:286)
 
*50. Jangan mahu dipecah belah* (QS 3 – Ali Imran : 103)
A103 
Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam), dan janganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan di antara hati kamu (sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara. Dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang neraka (disebabkan kekufuran kamu semasa jahiliyah), lalu Allah selamatkan kamu dari neraka itu (disebabkan nikmat Islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayahNya.
(A-li'Imraan 3:103)
 
*51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini* (QS 3 – Ali Imran 3 :191)
A191 
(Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.
(A-li'Imraan 3:191)
 
*52. Lelaki mahupun wanita mendapat balasan yg sama sesuai perbuatannya* (QS 3 – Ali Imran : 195)
 A195 
Maka Tuhan mereka perkenankan doa mereka (dengan firmanNya): "Sesungguhnya Aku tidak akan sia-siakan amal orang-orang yang beramal dari kalangan kamu, sama ada lelaki atau perempuan, (kerana) setengah kamu (adalah keturunan) dari setengahnya yang lain; maka orang-orang yang berhijrah (kerana menyelamatkan agamanya), dan yang diusir ke luar dari tempat tinggalnya, dan juga yang disakiti (dengan berbagai-bagai gangguan) kerana menjalankan agamaKu, dan yang berperang (untuk mempertahankan Islam), dan yang terbunuh (gugur Syahid dalam perang Sabil) - sesungguhnya Aku akan hapuskan kesalahan-kesalahan mereka, dan sesungguhnya Aku akan masukkan mereka ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, sebagai pahala dari sisi Allah. Dan di sisi Allah jualah pahala yang sebaik-baiknya (bagi mereka yang beramal soleh)".
(A-li'Imraan 3:195)
 
*53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu* (QS 4 – An Nisaa’ : 23)
A023 
*54. Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki* (QS 4 – An Nisaa’ : 34)
A034 
*55. Jangan kedekut* (QS 4 – An Nisaa’ : 37)
A037 
*56. Jangan iri hati* (QS 4 – An Nisaa’ : 54)
A054 
*57. Jangan saling membunuh* (QS 4 – An Nisaa’ : 92)
A092 
*58. Jangan membela ketidakjujuran atau kebohongan* (QS 4 – An Nisaa’ : 105)
A105 
*59. Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan* (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
A002 
*60. Bekerja samalah dalam kebenaran* (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
A002 
*61. Majoriti bukanlah merupakan kriteria kebenaran* (QS 6 – Al An’aam : 116)
A116 
*62. Berlaku adil* (QS 5 – Al Maa-idah:8)
A008 
*63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan* (QS 5 – Al Maa-idah : 38)
A038 
*64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum* (QS 5 – Al Maa-idah : 63)
A063 
*65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi* (QS 5 – Al Maa-idah : 3)
A003
*66. Hindari minum racun dan alkohol* (QS 5 – Al Maa-idah : 90)
A090 
Wahai orang-orang yang beriman! Bahawa sesungguhnya arak, dan judi, dan pemujaan berhala, dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah, adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya.
(Al-Maaidah 5:90)
 
*67. Jangan berjudi* (QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain* (QS 6 – Al An’aam : 108)
A108 
Dan janganlah kamu cerca benda-benda yang mereka sembah yang lain dari Allah, kerana mereka kelak, akan mencerca Allah secara melampaui batas dengan ketiadaan pengetahuan. Demikianlah Kami memperelokkan pada pandangan tiap-tiap umat akan amal perbuatan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Ia menerangkan kepada mereka apa yang mereka telah lakukan.
(Al-An'aam 6:108)
 
*69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu* (QS 6 – Al An’aam : 152)
A152

"Dan janganlah kamu hampiri harta anak yatim melainkan dengan cara yang baik (untuk mengawal dan mengembangkannya), sehingga ia baligh (dewasa, serta layak mengurus hartanya dengan sendiri); dan sempurnakanlah segala sukatan dan timbangan dengan adil". - Kami tidak memberatkan seseorang dengan kewajipan melainkan sekadar kesanggupannya - "dan apabila kamu mengatakan sesuatu (semasa membuat apa-apa keterangan) maka hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun orang itu ada hubungan kerabat (dengan kamu); dan perjanjian (perintah-perintah) Allah hendaklah kamu sempurnakan. Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu, supaya kamu beringat (mematuhiNya)".
(Al-An'aam 6:152) 

*70. Makan dan minumlah secukupnya* (QS 7 – Al A’raaf : 31)
A031 
Wahai anak-anak Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah berhias pada tiap-tiap kali kamu ke tempat ibadat (atau mengerjakan sembahyang), dan makanlah serta minumlah, dan jangan pula kamu melampau; sesungguhnya Allah tidak suka akan orang-orang yang melampaui batas.
(Al-A'raaf 7:31)
 
*71. Kenakanlah pakaian yang bagus di saat solat* (QS 7 – Al A’raaf : 31)
A031 
Wahai anak-anak Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah berhias pada tiap-tiap kali kamu ke tempat ibadat (atau mengerjakan sembahyang), dan makanlah serta minumlah, dan jangan pula kamu melampau; sesungguhnya Allah tidak suka akan orang-orang yang melampaui batas.
(Al-A'raaf 7:31) 

*72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan* (QS 9 – At Taubah:6)
A006 
Dan jika seseorang dari kaum musyrik meminta perlindungan kepadamu (untuk memahami Islam), maka berilah perlindungan kepadanya sehingga ia sempat mendengar keterangan-keterangan Allah (tentang hakikat Islam itu), kemudian hantarlah dia ke mana-mana tempat yang ia beroleh aman. Perintah yang tersebut ialah kerana mereka itu kaum yang tidak mengetahui (hakikat Islam).
(At-Taubah 9:6)

*73. Jagalah kemurnian* (QS 9 – At Taubah : 108)
A108 
Jangan engkau sembahyang di masjid itu selama-lamanya, kerana sesungguhnya masjid (Qubaa' yang engkau bina wahai Muhammad), yang telah didirikan di atas dasar taqwa dari mula (wujudnya), sudah sepatutnya engkau sembahyang padanya. Di dalam masjid itu ada orang-orang lelaki yang suka (mengambil berat) membersihkan (mensucikan) dirinya; dan Allah Mengasihi orang-orang yang membersihkan diri mereka (zahir dan batin).
(At-Taubah 9:108)
 
*74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah* (QS 12 – Yusuf : 87)
A087 
Wahai anak-anakku! Pergilah dan intiplah khabar berita mengenai Yusuf dan saudaranya (Bunyamin), dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir".
(Yusuf 12:87)

*75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa kerana kezahilan* (QS 16 – An Nahl : 119)
A119 
Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan dengan sebab kejahilan, kemudian mereka bertaubat sesudah itu serta memperbaiki amalannya, sesungguhnya Tuhanmu sesudah (mereka bertaubat) itu, adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(Al-Nahl 16:119)

*76. Berserulah/ajaklah kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana* (QS 16 – An Nahl : 125)
A125 
Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya, dan Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk.
(Al-Nahl 16:125)

*77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain* (QS 17 – Al Israa’ : 15)
A015 
Sesiapa yang beroleh hidayah petunjuk (menurut panduan Al-Quran), maka sesungguhnya faedah petunjuk yang didapatinya itu hanya terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa yang sesat maka sesungguhnya kesan buruk kesesatannya hanya ditanggung oleh dirinya juga. Dan seseorang yang boleh memikul, tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja). Dan tiadalah Kami mengazabkan sesiapapun sebelum Kami mengutuskan seorang Rasul (untuk menerangkan yang benar dan yang salah).
(Al-Israa' 17:15)
 
*78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan* (QS 17 – Al Israa’ : 31)
A031 
Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana takutkan kepapaan; Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kamu. Sesungguhnya perbuatan membunuh mereka adalah satu kesalahan yang besar.
(Al-Israa' 17:31)
 
*79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya* (QS 17 – Al Israa’ : 36)
A036 
Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya.
(Al-Israa' 17:36)
 
*80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanafaat* (QS 23 – Al 
Mu’minuun : 3)
A003 
Dan mereka yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia;
(Al-Mu'minuun 23:3)
 
*81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumah* (QS 24 – An Nuur : 27)
A027 
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masuk ke dalam mana-mana rumah yang bukan rumah kamu, sehingga kamu lebih dahulu meminta izin serta memberi salam kepada penduduknya; yang demikian adalah lebih baik bagi kamu, supaya kamu beringat (mematuhi cara dan peraturan yang sopan itu).
(An-Nuur 24:27)
 
*82. Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah* (QS 24 – An Nuur : 55)
A055 
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari kalangan kamu (wahai umat Muhammad) bahawa Ia akan menjadikan mereka khalifah-khalifah yang memegang kuasa pemerintahan di bumi, sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka: khalifah-khalifah yang berkuasa; dan Ia akan menguatkan dan mengembangkan agama mereka (agama Islam) yang telah diredhaiNya untuk mereka; dan Ia juga akan menggantikan bagi mereka keamanan setelah mereka mengalami ketakutan (dari ancaman musuh). Mereka terus beribadat kepadaKu dengan tidak mempersekutukan sesuatu yang lain denganKu. Dan (ingatlah) sesiapa yang kufur ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang derhaka.
(An-Nuur 24:55)
 
*83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati* (QS 25 – Al Furqaan : 63)
A063 
Dan hamba-hamba (Allah) Ar-Rahman (yang diredhaiNya), ialah mereka yang berjalan di bumi dengan sopan santun, dan apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini;
(Al-Furqaan 25:63)
 
*84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan* (QS 28 – Al Qashash : 77)
*85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah* (QS 28 – Al Qashash:88)
*86. Jangan terlibat dalam homosexual* (QS 29 – Al ‘Ankabuut : 29)
*87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan munkar* (QS 31 - Luqman : 17)
*88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong* (QS 31 - Luqman : 18)
*89. Wanita dilarang mempamerkan diri* (QS 33 – Al Ahzab : 33)
*90. Allah mengampuni semua dosa-dosa kita* (QS 39 – Az Zumar : 53)
*91. Jangan berputus asa akan keampunan dari Allah* (QS 39 – Az Zumar : 53)
*92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan* (QS 41 – Fushshilat : 34)
*93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah* (QS 42 – Asy Syuura : 38)
*94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa* (QS 49 – Al Hujuraat : 13)
*95. Tidak ada dikenal biara dalam agama (Islam)* (QS 57 – Al Hadid : 27)
*96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu* (QS 58 – Al Mujaadilah : 11)
*97. Perlakukan kaum bukan Islam dengan baik dan adil* (QS 60 - Al Mumtahanah : 8)
*98. Hindari diri dari sifat kikir* (QS 64 – At Taghaabun : 16)
*99. Mohon keampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang* (QS 73 – Al Muzzammil : 20)
*100. Jangan mengherdik orang yang meminta-minta* (QS 93 – Adh Dhuhaa : 10)
*Shadaqallahul adzim, Maha Benar ALLAH SWT dengan segala FirmanNya...*
*ALLAHU AKBAR. wabiALLAH Attaufiiq*

TIDAK MUTLAQ & BERSYARAT...

HUKUM TIDAK PERNAH BERUBAH... Apa yg pernah dikatakan Haji Hadi ini tidak Mutlaq & bersyarat dengan pertimbangan bagi menghindari kem...